Muscab PKB Pulau Taliabu, Sukardinan : Langka Strategis PKB Menuju Lima Tahun Mendatang

TALIABU,TINTAMALUT–// Musyawarah Cabang (Muscab) ke II Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Pulau Taliabu tahun 2026 resmi digelar pada Senin, (20/ 04/2026) di Jaya Caffe, Desa Wayo, Kecamatan Taliabu Barat.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menata arah kepemimpinan partai ke depan.

Sukardinan Budaya, Ketua DPC PKB Pulau Taliabu, dalam sambutannya menegaskan Muscab merupakan agenda strategis untuk mengevaluasi kinerja kepengurusan selama beberapa tahun terakhir. Menurutnya, forum ini juga menjadi titik awal dalam merumuskan langkah-langkah ke depan agar partai semakin solid dan mampu meraih kejayaan.

“Ini adalah momentum evaluasi kepengurusan partai di Kabupaten Pulau Taliabu. Kita menilai apa yang sudah dilakukan selama ini, sekaligus memproyeksikan langkah lima tahun ke depan agar partai bisa lebih berjaya,” ujarnya.

Ia menambahkan, terdapat sejumlah poin penting yang menjadi fokus dalam Muscab tersebut, yakni evaluasi kepengurusan, penyusunan program-program strategis, serta penguatan solidaritas antar pengurus.

“Pada prinsipnya, musyawarah ini bertujuan mengevaluasi, merumuskan program strategis, dan memperkuat soliditas organisasi,” tegasnya.

Sukardinan juga berharap Muscab dapat melahirkan gagasan-gagasan konstruktif yang tidak hanya bermanfaat bagi partai, tetapi juga bagi kemajuan Kabupaten Pulau Taliabu.

Hal senada disampaikan Zulkifli Hi. Saleh, Wakil Ketua I DPW PKB Maluku Utara. Ia menegaskan Muscab bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum penting untuk memperkuat konsolidasi sekaligus menegaskan arah perjuangan politik PKB ke depan.

“Ini bukan sekadar pertemuan biasa, tetapi momen untuk meluruskan arah perjuangan dan memastikan ke mana PKB akan melangkah,” katanya.

Ia juga menyoroti tantangan zaman yang kian kompleks, mulai dari perubahan global yang cepat, ketidakstabilan ekonomi, hingga perkembangan teknologi yang memengaruhi kepercayaan publik terhadap politik. Dalam situasi tersebut, PKB dituntut melakukan transformasi.

“Rakyat tidak lagi percaya pada janji, tetapi pada kerja nyata. Karena itu, politik harus naik kelas dan PKB harus menjadi penggerak perubahan, bukan sekadar peserta pemilu,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan empat pilar utama yang harus menjadi pegangan kader PKB, yaitu politik kehadiran, politik pelayanan, politik keteladanan, dan politik kepemimpinan.

Politik kehadiran, jelasnya, menuntut kader untuk selalu hadir di tengah masyarakat dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan. Politik pelayanan menekankan pentingnya kerja nyata yang langsung dirasakan masyarakat, seperti peningkatan akses kesehatan, penguatan UMKM, pembukaan peluang ekonomi, serta peningkatan kualitas pendidikan.

Sementara itu, politik keteladanan mengharuskan setiap kader menjaga integritas dan sikap, mengingat kesalahan individu dapat berdampak pada citra partai. Adapun politik kepemimpinan menekankan kesiapan kader untuk menjadi pemimpin, baik dalam gagasan, kebijakan, maupun gerakan perubahan.

Ia juga menekankan pentingnya kaderisasi sebagai kunci keberlanjutan partai. Setiap struktur PKB di daerah, kata dia, harus memberi ruang bagi generasi muda untuk tumbuh dan dibina menjadi pemimpin masa depan.

Pada pembukaan Muscab tersebut, ia mengajak seluruh kader PKB di Pulau Taliabu untuk memperkuat soliditas serta menjadikan partai sebagai kekuatan politik yang mampu menjaga stabilitas daerah dan mendorong pembangunan.

“PKB harus menjadi rumah besar masyarakat, penggerak pembangunan daerah, dan solusi bagi rakyat. Perjuangan ini dimulai dari daerah, dimulai dari Pulau Taliabu,” pungkasnya.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat e-mel anda tidak akan disiarkan. Medan diperlukan ditanda dengan *

News Feed